Home
Mgr. Isak Doera dalam Buku Kenangan dan Syukur 50 Tahun Gereja Katolik Keuskupan Sintang

|
S |
ebagai seorang Administrator Apostolik, tugas Mgr. van den Boorn ialah menyerahkan terna, yaitu nama tiga orang sacerdos, kepada Takhta Apostolik untuk suatu saat dapat diangkat menjadi Uskup Sintang. Mgr van den Boorn mengusulkan nama Romo Isak Doera dan Aloysius Ding, SMM dan bingung memasukan nama ketiga. Tetapi atas saran orang-orang yang dimintai pendapat, akhirnya terna terdiri dari Romo Isak Doera, Pr., Mgr. L. van den Boorn SMM sendiri, yang awalnya tidak mau dimasukkan, dan Pastor Piet Derckx SMM. Romo Isak Doera, yang baru pindah dari Pontianak pada tanggal 2 Mei 1975 dan bertugas sebagai Pastor paroki Katedral Sintang, ditetapkan oleh Paus Paulus VI sebagai Uskup Sintang melalui bulla Quandoquidem praedicare Evangelium Usque ad ultimum terrae est munus Ecclesiae pada tanggal 9 Desember 1976,[1] yang baru diumumkan pada tanggal 2 Februari 1977.
Misa Requiem Uskup Emeritus Keuskupan Sintang Mgr. Isak Doera
Misa Requiem pada hari Sabtu tanggal 19 Mei 2012 pk. 19.00 WIB di Rumah Duka RS. St. Carolus Jakarta, pada hari Minggu (20/5) di Rumah Duka RS Sint Carolus Jakarta pada pukul 19.00 WIB, pada hari Senin (21/5) di Gereja Katedral Jakarta pk. 18.00 WIB dan pada hari Selasa (22/5) jenazah akan diterbangkan ke NTT, ke Seminari Tinggi Ritapiret, Flores, NTT untuk kemudian dimakamkan di sana.
Misa Requiem di Keuskupan Sintang sendiri akan diadakan pada Hari Senin (21/5) di Gereja Katedral Kristus Raja Sintang pk. 18.00 WIB, sebagai selebran Utama Rm. Leonardus Miau, Pr (Vikjen Keuskupan Sintang).
Terima kasih dan Selamat jalan Mgr. Isak Doera
Telah berpulang Mgr. Isak Doera, yang bernama lengkap Wilhelmus Isak Doera pada tanggal 19 Mei 2012 di Rumah Sakit St. Karolus Jakarta pada pk. 10.00 WIB karena sakit. Beliau dilahirkan di Jopu, Ende, Flores pada tangal 26 September 1931 dari orangtua: Ibu Clara Maru dan Bapak Mikhael Bhoka, seorang katekis. Menempuh dan menyelesaikan pendidikan di Seminari Menengah Mataloko dan Seminari Tinggi Ritapiret, Beliau ditahbiskan sebagai imam diosesan di Ende pada 18 Januari 1959 melalui penumpangan tangan Mgr. Antonius Theyssen SVD, Uskup Agung Ende.
Setelah ditugaskan di berbagai karya pastoral, seperti pastor Paroki, penilik sekolah, anggota DPR, Beliau juga ditugaskan sebagai Pastor Militer yang akhirnya membawa Beliau berkarya di Kesukupan Agung Pontianak. Setelah berkonsultasi dengan Mgr. Herkulanus OFM Cap, karena namanya masuk terna, akhirnya Romo Isak Doera dipindahkan dari keuskupan Pontianak ke keuskupan Sintang pada tanggal 5 Mei 1975 dan diangkat menjadi Pastor Paroki Katedral Sintang dan ditetapkan oleh Paus Paulus VI sebagai Uskup Sintang melalui bulla Quandoquidem praedicare Evangelium Usque ad ultimum terrae est munus Ecclesiae pada tanggal 9 Desember 1976,[1] yang baru diumumkan pada tanggal 2 Februari 1977.
Hari Kaum Muda se-Dunia 2013 Rio de Jeneiro
Hari Kaum Muda se-Dunia 2013 Rio de Jeneiro
Paus Benediktus XVI mengumumkan bahwa Hari Kaum Muda se-Dunia (WYD) 2013 yang akan diadakan di Rio de Jeneiro dari 23 sampai 28 Juli 2013, Brasil, akan mengambil tema Pergilah, Jadikanlah Segala Bangsa Murid-Ku,demikian Catholic News Service.
Paus menjelaskan perjalanannya untuk WYD di Madrid merupakan hari-hari yang luar biasa. “WYD ini adalah peristiwa Gereja yang sangat menggairahkan,” katanya.
“Hampir dua juta orang muda dari setiap benua bersukacita dalam pengalaman yang luar biasa akan persaudaraan, pertemuan dengan Tuhan, berbagi dan bertumbuh dalam iman.

