"Non Ego Sed Christus in me" (Bukan aku tetapi Kristus di dalam aku (Gal. 2:20) )

Logo Baru KWI

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) akhirnya memiliki logo resmi. Didesain oleh Tim Dokumentasi dan Penerangan (Dokpen) KWI, logo ini diluncurkan 1 Januari 2017.

Konferensi Waligereja Indonesia atau KWI dulunya bernama Majelis  Waligereja Indonesia (MAWI). KWI merupakan forum ‘konferensi’ kolegialitas para Uskup dari seluruh Indonesia.

KWI beranggotakan semua Uskup dari seluruh Indonesia dan imam yang karena tugas dan jabatannya dianggap ‘sama’ dengan seorang Uskup. Biasanya, mereka ini disebut Administrator Apostolik dan Administrator Keuskupan


Makna Logo KWI:

Salib melambangkan Yesus Kristus dan pengorbanan-Nya di atas kayu salib. Tongkat adalah lambang penggembalaan uskup.

Bentuk topi uskup melambangkan tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh para uskup. Dengan mengenakan atribut keuskupan maka secara simbolis, para uskup telah menerima tanggung jawab sebagai gembala umat Allah di dunia ini.

Tiang-tiang cahaya melambangkan kasih Kristus yang menyinari perjalanan/perjuangan para uskup dalam menjalankan karya-karya keuskupan demi memuliakan Nama Allah.

Sementara bingkai lingkaran melambangkan persatuan para uskup di Indonesia dalam menjalankan karya keuskupannya.

Teks “KWI” melambangkan Konferensi Waligereja Indonesia sebagai wadah persatuan para uskup dalam menjalankan tugasnya.

Warna Putih melambangkan kemurnian, kesucian, dan kelahiran.

Warna Kuning adalah simbol cahaya dan kemurnian. Warna ini juga melambangkan kebahagiaan. Dalam logo ini, warna kuning dipakai untuk melambangkan cahaya kasih Kristus.

Warna Biru menandakan langit biru atau udara yang memberi hidup dan sering menandakan harapan atau
kesehatan yang baik.

Warna Cokelat adalah warna kesederhanaan (‘earth color‘) atau down to earth.

 

sumber: http://www.dokpenkwi.org