youtuber

Inilah Youtuber Sukses Walaupun Tidak Lulus SMA

Lebih dari 1,24 juta orang mengikuti YouTube di YouTube. Meskipun dia tidak terlalu aktif lagi, dia memulai karirnya di YouTube, dan di sanalah dia menjadi sangat terkenal.

YouTuber telah berhasil membantu anak muda yang tidak menyelesaikan sekolah menengah untuk menjadi sangat terkenal. Casey Neistat lahir pada tahun 1981 dan dibesarkan di New York.

Masa kecilnya sangat sulit, tidak seperti situasinya saat ini. Ia dikenal sering memposting video perjalanan, ulasan gadget, dan banyak hal lainnya di saluran YouTube-nya dengan gaya yang unik.

Robin Haris dan dia adalah kekasih ketika dia berusia 15 tahun. Mereka meninggalkan rumah bersama-sama, dan dia hamil. Anak mereka bernama Owen, dan mereka harus tinggal di karavan selama masa-masa sulit itu. Meskipun dia tidak pernah menyelesaikan sekolah menengah, dia mulai bekerja di restoran lokal pada usia 16 tahun.

Video Pertama Pada Usia 20 Tahun

Casey dan Haris menikah, tetapi pernikahan mereka hanya bertahan sebulan. Casey telah memegang beberapa pekerjaan, termasuk koki, dan pencuci piring. Pekerjaan pertamanya di New York adalah sebagai pengantar sepeda. Casey memutuskan untuk pindah ke New York ketika ia berusia 20 tahun, dan mulai membuat film terus menerus tanpa istirahat di komputer iMac-nya.

Casey berbagi kisah hidupnya ketika dia mengunjungi Jakarta pada tahun 2017. Pada tahun 2003, dia membuat video tentang baterai iPod dan membebankan harga tinggi untuk penggantian. Dia memasangnya di internet, yang saat itu belum ada di YouTube karena situsnya belum ada.

Dia meminta agar video yang dia buat bisa berhubungan langsung dengan mendiang Steve Jobs, yang sangat marah dengan video tersebut. Setelah beberapa waktu, Apple memutuskan untuk mengubah kebijakan mereka.

“Satu hal yang saya dapatkan dari pengalaman itu adalah jika kita percaya pada suara kita sendiri, satu orang dapat mengubah dunia,” katanya. Dia juga mengejutkan New York dengan video lain pada tahun 2011. Pria itu mengatakan bahwa polisi yang menilangnya karena mengendarai sepedanya keluar dari jalur itu bodoh. Dia berpikir bahwa jalur itu bisa berbahaya, tetapi para pejabat mengatakan kepadanya bahwa dia harus tetap berada di jalur itu.

Bahkan, dia mengendarai sepedanya di jalurnya (walaupun berbagai truk, taksi, dan bahkan mobil polisi) memprotes video yang dia anggap bodoh. New York Times ikut menulis artikel dengan mantan Walikota setelah video viral dirilis di YouTube, memaksanya untuk mengundurkan diri. Setelah konferensi persnya, dia mengatakan bahwa Anda tidak pernah tahu apa yang akan membawa Anda maju dalam hidup, dan dia berharap semua orang akan melakukan yang terbaik.

Dia memberikan nilai pengalamannya dengan moral bahwa setiap orang harus berusaha sebaik mungkin. Lima tahun lalu, Ben mulai bekerja dengan Nike, yang dianggapnya sebagai salah satu peluang terbaik dalam hidupnya. Dia menjelaskan bahwa dia seharusnya membuat tiga video mempromosikan produk terbaru mereka.

Awalnya, Ben mengerjakan dua dari tiga video sesuai rencana, termasuk naskah, anggaran, dan detail produksi. Namun, ketika dia mulai di video ketiga, dia merasa lelah. Untuk video terakhirnya, Casey mendapat ide yang tidak biasa.

Dia berkeliling dunia dengan seorang teman selama 10 hari, menggunakan uang yang diberikan Nike kepadanya untuk membuat iklan. Dari perjalanan itu muncul 45 jam rekaman, yang digunakan untuk iklan satu menit.

Awalnya, Nike bingung dengan apa yang dilakukan Casey, tetapi senang dengan produk akhirnya. Nicholson berbagi bahwa perjalanannya tidak hanya menginspirasi videonya, tetapi juga membawanya untuk diterima belajar teknologi di MIT (Massachusetts Institute of Technology).

Dia membagikan idenya, yaitu memberikan pesan tentang menjalani hidup, mengambil peluang dan melakukan sesuatu yang bermanfaat. Nicholson berkeliling dunia dengan teknologi wearable terbaru Nike, mendokumentasikan perjalanan pulangnya di Ideafest 2017. Videonya menjadi sukses di YouTube, yang memberinya banyak peluang.